Menjelajah Dunia dari Rumah part 1

Alhamdulillah akhirnya bisa update lagi, banyak hal yang ingin ditulis, tetapi seringkali rasa ‘enggan’ lebih mendominasi, hingga cerita hanya tinggal cerita, menguap dalam angan, dan lenyap. Padahal barang kali ada hikmah yang bisa dipetik oleh saya, kamu, kalian. Ya kita semua. In syaa Alloh dalam setiap jengkal langkah kita, Alloh siapkan hikmah, namun tak jarang kita lalai memetiknya. Maafkan saya telah lama meninggalkan dunia yang dulu saya sukai, menulis.

But… i’ll be back. here i’am… taraaaaa

Selama menghilang dari dunia tulis menulis, saya menjelajah pada banyak dunia. Meskipun jasad saya hanya di rumah, pure ibu rumah tangga. Dan semuanya seru, semuanya asyik. Saya mencoba mengendalikan dunia dari rumah. hasyaaaahh lebaynya hehehe…

Meskipun 90% hidup saya di rumah, tapi itu lebih seru menurut saya. Dari sini, saya masih bisa bergaul dengan banyak teman-teman penulis. Meski saya masih jadi penonton. Dan baru sebulan ini saya mulai menceburkan diri lagi di komunitas PPK (Perempuan Penulis Kaltim). Sebuah komunitas yang sebenarnya sudah kurang lebih 5 tahun lalu berdiri, tetapi sempat vacum. Hmmm… sepertinya seumur dengan vacumnya saya menulis. Eiittttsss… jangan-jangan saya yang jadi biang keroknya komunitas ini vacum. Ya Robb… ampunkan saya sudah lalai menemani teman-teman PPK.

 

Di saat vacum nulis, saya dititipi anak tetangga buat belajar membaca dan menulis. Ceritanya anak saya sendiri, Hauna, saat itu usianya 5 tahun. Hauna masuk PAUD, tetapi hanya bertahan beberapa bulan saja. Karena ada something yang membuatnya tidak nyaman di sekolah, hingga tidak mau lagi pergi ke sekolah. Dan inilah awal mula berdirinya Sanggar Baca Hauna dan cikal bakal berdirinya Rumah Qur’an Ridho Illahi. In syaa Alloh saya ceritakan di halaman lain ya.

Di tengah-tengah aktivitas baru itu, tentunya saya mencari komunitas yang bisa menyemangti saya dalam ikhtiar di Sanggar Baca Hauna dan Rumah Qur’an Ridho Illahi. Maka… saya memantapkan diri terus membersamai teman-teman yang berbasis di Bekasi dalam komunitas Sahabat Qur’an.

Sahabat Qur’an ini sebuah komunitas perdagangan yang sebagian hasil penjualan produk-produknya digunakan untuk menghidupkan 1.000 rumah qur’an, sekaligus belajar memperbaiki mata pencaharian diri sendiri dan ummat.

Salah satu produk dahsyatnya adalah Golden Tamr Choco, minuman serbuk cokelat yang manis tanpa gula, karena pemanisnya dari madu, kurma, dan susu kambing. Komposisi bahan yang disebut-sebut dalam Al Qur’an. Alhamdulillah ikhtiar kali ini tak jauh-jauh dari Al Qur’an. Semoga Alloh ridho ya. Bantu doa dong, agar semuanya lancar dan barokah. Aamiin ya Robb.

 

So, teman… jangan pernah berkecil hati jadi ibu rumah tangga. Karena ada banyak hal seru yang bisa kita lakukan dari rumah saja. In syaa Alloh.

 

Eh… ternyata… efek positifnya kita bisa halan-halan juga lho, keliling-keliling. Ho ho ho… tambah seru kan. Pantengin terus blog ini, in syaa Alloh saya akan mulai rutin berbagi di sini.

 

Salam hangat,
Haziah ANs

Ibu rumah tangga yang punya banyak impian hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s